Hasilkan Kesimpulan, Tugu Ompu Manik Raja Di Siigarigar Tak Diakui

JAKARTA– Seminar Meluruskan Sejarah dan Tarombo Ompu Manik Raja yang digelar Ompu Manik Raja Se Indonesia digelar di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

Sejarah dan adat budaya sesungguhya memiliki nilai dan peran yang sangat penting serta tetap harus dilestarikan, karena adat budaya merupakan bagian dari kehidupan manusia termasuk adat budaya yang dimiliki masyarakat Batak.

Demikian diungkapkan Ketua Panitia Drs. Rusman Manik, M.Sc dalam acara seminar Meluruskan Sejarah dan Tarombo Ompu Manik Raja.

“Diakhir acara, Rusman membacakan beberapa kesimpulan hasil dari seminar dan untuk diketahui oleh seluruh turunan Ompu Manik Raja dimanapun berada,” imbuhnya.

Berikut adalah kesimpulan seminar:

  1. Sepakat Tinambor ni op Si Manik Raja di Sioma Salaon Dolok Ronggur ni huta, BUKAN di si Igar igar Rianiate.
  2. Tulang ni Op Si Manik Raja (Op boru Silauraja) bukan boru Simbolon melainkan Boru Bala Bulan (belum ada marga saat itu), jala hula hula ni Op Si Manik Raja (Op Boru SiManik Raja) bukan Boru Siboro. Karena menurut buku Batak Bahwa Silau Raja yaitu cucu dari Si Raja Batak adalah generasi ke tiga sedangkan marga Simbolon baru ada pada generasi ke Enam. Sedangkan Op Si Manik Raja Generasi ke Empat sedangkan Marga Siboro baru ada pada generasi diatas 10
  3. Keturunan Manik Raja yang di Rianiate adalah keturunan Ompu Partibisinomba dari Simanindo.
  4. Tugu yang dibangun di Siigarigar Rianiate adalah bukan tugu yang mengatasnamakan Manik Raja. (Tidak mengakui tugu yang dibangun sekelompok orang ďi SiIgar Igar Rianiate dan mengatasnamakan Tugu Manik Raja dengan alasan bahwa tempat asal mula Op Manik Raja Martinambor/bermukim bukan di Si Igar Igar Rianiate apalagi tempat Mala Toruan yang diakui mereka sebagai tempat bermukim pertama diperoleh dengan membeli dari orang lain dan saat ini sudah digugat Marga Malau di Pengadilan Negeri Balige. Disamping itu istri Op. Silauraja bukan boru Simbolon dan istri Op Si Manik Raja bukan boru Siboro)
  5. Akan dibentuk Komisi Tarombo dimana Komisi ini akan bertugas untuk mengumpulkan dan menyempurnakan tarombo dan sebagai pedoman tarombo yang akan dibuat adalah yang ditulis oleh Ir. TB Manik dan tarombo ini telah diteliti lebih kurang 50 tahun yang lalu dan masih sampai generasi yang ke 7
  6. Perlu dilakukan Deklarasi DPP Punguan Manik Raja Se Indonesia yang telah dipilih oleh Tim Formateur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengurus Punguan Manik Raja dan Boru Se Indonesia.

Seminar ini juga dihadiri para tokoh-tokoh haha-anggi Malau Raja, Ambarita Raja dan Gurning Raja serta haha ni uhum Saribu Raja, Limbong Mulana dan Sagala Raja. (js)

Berikan Komentar Anda
Total Views: 3989 ,