Turunan Manik Raja Hadiri Sosialisasi, Deliaman T Manik: Ompu Manik Raja Adalah Ompu Yang Baik Dan Hebat

LUBUK PAKAM – Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia mengadakan pertemuan sosialisasi hasil seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja. Pertemuan diadakan dikediaman Ketua Umum Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia Brigjend (TNI). Deliaman T. Manik SIP MSi, Lubukpakam (18/12/2016) Minggu siang.

Hal ini dilakukan berdasarkan hasil mandat dari pertemuan seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja yang dilaksanakan di Anjugan Sumatera Utara, TMII Jakarta, (10/12/2016) kemarin.

Deliaman T. Manik dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran haha/anggi, kita semua yang hadir saat ini adalah dikarenakan ada rasa kepedulian dan sama-sama ingin mengetahui kebenaran seperti apa sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja.

“Perlu saya sampaikan, disaat seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 di TMII Jakarta kemarin, salah satu keputusannya adalah mendeklarasikan Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia dan saya terpilih sebagai Ketua Umum Punguan ini,” ucapnya dan disambut tepuk tangan yang meriah.

Ini adalah tugas dan tanggungjawab, kewajiban dan keharusan untuk bisa ikut berbuat di Punguan ini maka saya menerimanya dengan senang karena ini juga adalah kewajiban kita bersama dalam mencari tahu dan memberitakan bagaimana sebenarnya sejarah ompu Manik Raja.

Namun saya tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bergandengan tangan dan bersama-sama mewujudkannya karena ini juga adalah tanggungjawab dan kewajiban kita bersama agar Punguan ini dapat bersatu kedepannya.

“Visi dan yang menjadi cita-cita Punguan ini kedepannya adalah Mewujudkan dan memantapkan persaudaraan yang solid marga Manik dohot Boru, Meningkatkan sumberdaya manusia berbasis budaya batak dan Mencintai Indonesia, ketiga visi ini sudah disusun dan akan dirapatkan ditingkat punguan pusat nantinya,” pungkasnya.

Bagaimana mewujudkan dan memantapkan persaudaraan yang solid marga Manik dohot Boruna, maka dalam hal ini cara pandang kita harus sama terhadap sejarah dan tarombo ompu Si Manik Raja dan inilah intinya.

Kalau pemahaman kita saja masih berbeda-beda inikan sulit dan dapat mengacaukan generasi berikutnya karena akan membawa jalannya masing-masing,” tambahnya dengan tegas.

Karena itu, hati para orangtua kita digerakkan untuk menyelenggarakan seminar kemarin di Jakarta dan inilah yang harus kita pedomani dan tidak ada yang lain terutama sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja.

“Sambungnya lagi, kenapa harus diluruskan, karena selama ini sudah bengkok, bahkan beberapa tahun terakhir ini seakan-akan Manik itu ada dua, yaitu Manik Raja dan Manik Bona, perlu saya sampaikan selaku ketua umum dan tanggungjawab kita bersama, yang benar adalah Manik Raja tidak ada yang lain dan inilah keprihatinan kita saat ini,” pungkasnya.

Foto Bersama Usai Sosialisasi hasil seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja

Foto Bersama Usai Sosialisasi hasil seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja

Persaudaraan yang solid dapat kita wajudkan bila turunan Ompu Manik Raja bisa bersatu, karena ompu Manik Raja adalah Ompu yang baik dan hebat kita pasti ditemaninya, kita pasti dilihatnya, jadi kalau ada yang miring-miring pasti ada tanda-tandanya, bahkan dari dulu sudah ada tanda-tanda itu, namun tidak kita sadari.

Dan terbukti, kabar yang beredar saat ini abang kita si Malau menggugat bahwa tanah itu bukan milik marga Manik, inilah salah satu bukti dan tanda itu, dan ini sudah dilaporkan dengan bukti otentik dan administrasinya, akhirnya masalah ini semakin berkepanjangan dan dituntut untuk membongkar rumah dan meninggalkan tempat tersebut.

Selaku ketua umum, terus terang saya sangat prihatin dan sedih mendengar ini, kenapa ini harus dipaksakan untuk diresmikan. “Keprihatinan ini harus kita bawa ke dalam doa agar kita bisa semakin bersatu turunan Ompu Silau Raja dan turunan Ompu Manik Raja, karena kita adalah satu,” imbuhnya.

Dikatakannya, tidak bisa sesuka hati dalam hal menentukan ompung boru Silau Raja, keempat turunannya harus duduk bersama memutuskannya, begitu juga dalam menentukan ompung boru si Manik Raja semua turunannya harus sepakat dan sama-sama memutuskannya.

“Visi yang kedua bagaimana untuk meningkatkan sumberdaya manusia Manik Raja berbasis budaya, masih banyak turunan Manik Raja yang bahkan sampai sekarang kita tidak tahu berapa jumlah turunan Manik Raja yang tersebar,” katanya.

Bahkan masih banyak turunan Manik Raja yang membutuhkan bantuan pendidikan, membutuhkan pekerjaan, dan lain sebagainya, ini perlu kita pikirkan bersama untuk memajukan sumberdaya manusia Manik Raja

Kenapa harus berbudaya Batak karena yang menjadi pribadi kita adalah Somba Marhulahula (hormat kepada keluarga pihak Istri), Elek Marboru (sikap membujuk/mengayomi wanita)dan Manat Mardongan Tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga), sehebat apapun kekayaan dan kehebatan kita kalau yang ketiga ini tidak kita pegang maka tidak akan ada artinya.

Dan yang terakhir, bagaimana mencintai Indonesia, pertama punguan Manik Raja ini diharapkan dapat dan mau mendukung semua program-program Pemerintah, apa yang dapat kita dukung, salah satu yang dapat kita dukung adalah setiap pembangunan di daerah kita harus sama-sama mendukungnya bagaimana pembangunan itu bisa berjalan dengan baik.

“Saya berharap turunan Manik Raja dan Silau Raja umumnya harus bisa berperan jangan menjadi penonton, apalagi dua tahun kedepan Sumatera Utara akan jauh lebih maju dibanding sekarang,” jelasnya.

Kedua, masalah keluarga kita masing-masing, misalnya kalau ada yang terlibat kenakalan, minuman keras, narkoba dan yang lainnya, ini harus kita bersihkan dari keluarga kita masing-masing agar bisa maju, karena kalau ini tidak dibersihkan selain sudah melanggar undang-undang Negara ini, juga tidak memberikan masa depan yang baik kepada generasi berikutnya.

Utusan dari Bonapasogit sampaikan pandangan diacara sosialisasi hasil seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja

Utusan dari Bonapasogit sampaikan pandangan diacara sosialisasi hasil seminar meluruskan sejarah dan tarombo Ompu Manik Raja

“Namun saat ini yang mendesak adalah bagaimana mensosialisasikan hasil seminar yang telah dilaksanakan tanggal 10 Desember kemarin, inilah pertemuan ini diadakan hari ini,” imbuhnya.

Perlu kita ketahui bersama, hasil seminar di Jakarta memutuskan beberapa hal berikut ini:

  1. Sepakat Tinambor ni op Si Manik Raja di Sioma Salaon Dolok Ronggur ni huta, BUKAN di si Igar igar Rianiate.
  2. Tulang ni Op Si Manik Raja (Op boru Silauraja) bukan boru Simbolon, hula hula ni Op Si Manik bukan Boru Siboro, istri Op Silau Raja belum bermarga, demikian halnya Op. Manik Raja.
  3. Keturunan Manik Raja yang di Rianiate adalah keturunan Ompu Partibisinomba atau keturunannya.
  4. Tugu yang dibangun oleh sekelompok Pomparan Ompu Manik Raja di Siigarigar Rianiate bukan tugu/monument Op. Manik Raja, karena lokasi bukan GOLAT MANIK RAJA.
  5. Akan dibentuk Komisi Tarombo dimana Komisi ini akan bertugas untuk mengumpulkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan Tarombo.
  6. Pemilihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia yang telah dipilih oleh Tim Formateur yang dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengurus Punguan Manik Raja dan Boru Se Indonesia. Kepengurusan ini dapat disempurnakan beberapa bulan kedepan.

Sosialisasi seminar ini dimulai pukul 14.30 wib dan dihadiri sekitar 60 orang yang tersebar dari beberapa wilayah di Sumatera utara, turut hadir turunan Manik Raja dan Malau Raja dari bonapasogit, Berastagi bahkan dari Bengkulu serta Drs ND Malau Ketua Umum Tateabulan  acara dipandu oleh Gidion Manik SE, dimana sebelumnya acara dibuka dengan doa, dan acara berakhir hingga pukul 21.00 Wib dengan sepakat dan mengikuti hasil seminar yang telah diputuskan di Jakarta. (js)