Penting!!!, Harap Dibaca, Ini Dia Himbauan DPP Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se-Indonesia Kepada Turunan Manik Raja

JAKARTA-Sebagai penutup tahun 2016 dan menjelang tahun 2017, Dewan Pengurus Pusat(DPP) Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se Indonesia, menghimbau seluruh Pomparan Op. Manik Raja, Boru, Bere/Ibebere tidak terjebak dan tersesat atas tindakan sekelompok Pomparan Manik Raja pada acara Peresmian Tugu di Siigarigar pada tanggal 20 s/d 23 Desember yang lalu, dimana mereka nyatakan sebagai Tugu Manik Raja.

Sejak ada rencana Pembangunan Tugu sejak Mei 2012, sudah terjadi perbedaan pendapat dan untuk menyatukan pendapat telah sepakat duduk bersama dalam perhelatan besar yaitu MUBES dan sudah disepakati akhir Tahun 2013.

Ternyata kelompok yang ngotot agar lokasi Tugu di Siigarigar tidak menginginkan MUBES dan secara sepihak melakukan peletakan batu pertama pada tanggal 16 Nopember 2013.

Pada peletakan batu pertama telah terjadi pembelokan silsilah dimana dinyatakan tulang Op Manik Raja adalah marga Simbolon dan hula-hula Op Manik Raja adalah marga Siboro.

Selain Tarombo (khususnya tulang dan hula-hula Op Manik Raja), kelompok ini sampai hati menyatakan bahwa PARHUTAAN dan JABU PARSAKTIAN ni Op Manik Raja adalah HUTA MALATORUAN (istilah mereka –red), nama sebenarnya adalah MALAU TORUAN.

Lokasi Tugu yang dibangun adalah Golat Marga Malau

Lokasi Tugu yang dibangun adalah Golat Marga Malau

Untunglah TABIR terkuak setelah MARGA MALAU melakukan penggugatan atas status huta Malau Toruan yang merupakan milik dari Marga Malau. Kita bersyukur Pomparan Op Manik Raja tidak terjebak untuk kepentingan segelintir orang dalam perebutan kepemilikan Huta Malau Toruan, dimana saat ini telah menjadi sengketa di Pengadilan Negeri Balige.

No Register yang digugat di Pengadilan Balige

No Register yang digugat di Pengadilan Balige

Karena masih dalam sengketa maka acara mangalahat horbo tanggal 22 Desember “batal” dilaksanakan di Malau Toruan.

Masih dari aspek sejarah,mereka menyatakan bahwa aek (mual) yang di Siigarigar adalah aek (mual) ni Op Manik Raja. Setelah ditelusuri ternyata aek (mual) tersebut bukan aek (mual) Op Manik Raja.

Lokasi Siigarigar merupakan TURPUK PARTALIAN GOLAT MALAU yang dinyatakan sebagai SOSOR MANIK pada acara tanggal 21 Desember 2016 sedang digugat marga Malau.

Sudah terang benderang bahwa apa yang dilakukan oleh sekelompok Pomparan Manik Raja yang menamakan dirinya MARBONA sudah merendahkan MARWAH DAN MARTABAT OP.MANIK RAJA khususnya dikalangan Masyarakat Adat Samosir.

Untuk meluruskan Sejarah dan Tarombo Op Manik Raja, maka Pomparan Manik Raja Se Indonesia telah mengadakan Seminar Meluruskan Sejarah dan Tarombo Manik Raja di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 10 Desember 2016 yang dihadiri Perwakilan Pomparan Op Silauraja dan Op. GurubTatea Bulan sebagai Narasumber.

Adapun keputusan/hasil seminar sebagai berikut:

  1. Sepakat Tinambor ni op Si Manik Raja di Sioma Salaon Dolok Ronggur ni huta, BUKAN di si Igar igar Rianiate.
  2. Tulang ni Op Si Manik Raja (Op boru Silauraja) bukan boru Simbolon, hula hula ni Op Si Manik bukan Boru Siboro, istri Op Silau Raja belum bermarga, demikian halnya Op. Manik Raja.
  3. Keturunan Manik Raja yang di Rianiate adalah keturunan Ompu Partibisinomba atau keturunannya.
  4. Tugu yang dibangun oleh sekelompok Pomparan Ompu Manik Raja di Siigarigar Rianiate bukan tugu/monument Op. Manik Raja, karena lokasi bukan GOLAT MANIK RAJA.
  5. Akan dibentuk Komisi Tarombo dimana Komisi ini akan bertugas untuk mengumpulkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan Tarombo.
  6. Pemilihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Punguan Manik Raja dohot Boruna Se Indonesia yang telah dipilih oleh Tim Formateur yang dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengurus Punguan Manik Raja dan Boru Se Indonesia. Kepengurusan ini dapat disempurnakan beberapa bulan kedepan.

 

Berikan Komentar Anda
Total Views: 724 ,