Tinambor/Parhutaan Ni Op. Manik Raja Di Sioma Salaon Dolok

Oleh: Ir. Ruben Manik

JAKARTA | O Tano Batak haholongangku, sai namasihol do au tu ho. Ndang olo modom dang nok matakku,sai na malungun do au sai naeng tu ho. O Tano Batak…, mungkin kita pernah menyanyikan lagu ini.”

Sangat mahal bagi orang Batak, nilai-nilai tanah kelahiran, termasuk tanah kelahiran nenek moyang (leluhur) bagi mereka yang sudah lahir diperantauan, ada ikatan yang sangat kuat antara tanah kekahiran dengan kehidupan (parngoluon) bagi orang Batak (termasuk Pomp. Op. Manik Raja).

Seperti ada kata nenek  moyang kita:

Tano hajongjongan
Aek do hangoluan
Mataniari do panondang
Lulu di tano, lulu di anak, lulu di boru
Asa denggan ma ho martano denggan ma ho marharajaon.

Artinya:

Tanah tempat berpijak
Air penghidupan
Matahari sinar penerang
Rindu atas tanah, rindu anak laki-laki, rindu anak perempuan
Berbaiklah terhadap Tanah dengan sendirinya baik segala pemerintahan.

Hal inilah yang haruss kita tanamkan dan wariskan kepada generasi muda Manik Raja, dimana tanah kelahiran neneknya khusus Op. Manik Raja. Keturunan Op Manik Raja nyaris tersesat karena ada segelintir oknum Turunan Manik Raja yang menyatakan bahwa PARHUTAAN OP. MANIK RAJA dan JABU PARSAKTIAN OP. MANIK RAJA adalah Huta Malatoruan (nama sebenarnya Malau Toruan) di Rianiate, dan mereka nyatakan di Siigarigar adalah aek ni Op. Manik Raja.

Kita bersyukur ternyata hal ini tidak benar sama sekali dan hanya rekayasa demi kepentingan segelintir Turunan Manik Raja dan nama Malatoruan cuma diplesetkan sedemikian rupa, demi kepentingan tertentu. Nama yang sebenarnya adalah Malau Toruan dan saat ini status Huta Malau Toruan dalam sengketa di Pengadilan Negeri Balige.

Mengenai status Siigarigar ternyata adalah Golat Malau. Peresmian Siigarigar menjadi Sosor Manik pada waktu Peresmian Tugu yang mereka akui sebagai Tugu Manik Raja adalah sesuatu yang tidak layak,sebab tingkatan SOSOR jauh dibawah HUTA (SOSOR adalah pahompu ni huta).

Ditingkat SOSOR tidak ada kerajaan/pemerintahan dengan dideklarasikannya Siigarigar menjadi SOSOR MANIK pada tanggal 21 Desember 2016 yang lalui. Kini pihak Malau telah menggugat dan melaporkan Kades ke pihak yang berwajib, sebab lokasi tersebut adalah PARTALIAN GOLAT MALAU.

Sehubungan dengan kekeliruan yang telah dilakukan oleh segelintir saudara-saudara kita ini, marilah kita bersinergi melakukan sosialisasi hasil Seminar Pelurusan Sejarah & Tarombo Op. Manik Raja yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016, dimana salah satu hasil Seminar adalah bahwa Tinambor/parhutaan ni Op. Manik Raja di Sioma Salaon Dolok tidak jauh dari Parhutaan ni Op. Silauraja.

Tempat tersebut sudah dikunjungi oleh Ketua Umum Punguan Manik Raja & Boru Se Indonesia beserta ibu pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu.

Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama Turunan Op. Manik Raja & Boru di seluruh Indinesia mempunyai pemahaman yang sama agar tercipta persaudaraan yang solid diantara Turunan Op. Manik Raja. (js)

Berikan Komentar Anda
Total Views: 461 ,