Press Rilis: Tugu Ompu Manik Raja Bukan Dua Tetapi Belum Ada

Pertanyaan mengapa Tugu Op Manik Raja dua, apa kita ini tidak memalukan marga Manik Raja? Pertanyaan ini menyesatkan, dan menyatakan dengan tegas bahwa hingga saat ini belum ada tugu Op Manik Raja. Adapun bangunan tugu yang mengatasnamakan Manik Raja di Siigar Igar Rianiate bukan tugu Manik Raja yang pertama tetapi kemungkinan tugu cicit dari cicit Op Manik Raja yang pertama  dengan alasan sebagai berikut:

  1. Protes dan tidak setuju bangunan tugu mengatasnamakan Manik Raja bukan baru sekarang. Sejak sebelum peletakan batu pertama pembangunan tugu yang mengatasnamakan Manik Raja, sebahagian besar marga Manik Raja Dohot Boruna sudah melakukan pernyataan tidak mengakuinya dengan alasan hula-hula atau istri Op Silau Raja bukan boru simbolon, bukan golat Op Manik Raja di Siigar igar Rianiate karena tanahnya dibeli dari orang lain dan hula-hula atau Op Manik Raja bukan boru Siboru. Protes dan tidak mengakui peletakan batu pertama pembangunan tugu dilakukan dengan pertemuan informal orang perorang dan melalui surat kabar, media sosial sejabodetabek dan pengiriman surat resmi Pernyataan sikap tanggal 10 Nopember 2013 tidak mengakui peletakan batu pertama monument Manik Raja di Siigar-igar Rianiate.
    • Alasan mereka bahwa sudah keputusan rapat bolon di Lumban Suhi Suhi Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir hari Saptu tanggal 19 Mei 2012 adalah kebohongan besar dan sangat diluar nalar. Coba pelajari dengan teliti notulen rapat disebutkan tujuan rapat hanya brainstorming atau menampung pendapat yang berbeda-beda dari peserta rapat. Kenyataannya perbedaan pendapat masih tajam tetapi moderator langsung membuat kesimpulan sendiri dan keputusan rapat oleh bukan oleh tim perumus seperti yang disebutkan pada notulen rapat (tim perumus tidak ada). Hal yang janggal dan diluar nalar serta akal sehat setiap orang yang pernah mengikuti pendidikan, notulen rapat hanya ditanda tangani dua orang yang tidak kompeten yaitu Sekum Marbona Samosir Drs. Paris Manik, MM dan Notulis Kepler Hasudungan Manik, Sn. Seyogianya brainstorming atau rapat mendengarkan pendapat dari ahli atau para orang tua dilaksanakan beberapa kali sampai tim perumus memiliki cukup data untuk menarik suatu kesimpulan.
    • Tajamnya perbedaan pendapat sehingga rapat dilanjutkan tanggal 14 Oktober 2013 di Medan dimana ditentukan Program Jangka Pendeknya a). menyelenggarakan Musayawarah Besar/Mubes b). Pelantikan Pengurus c). Peletakan batu Pertama Tugu Op Manik Raja. Dalam pelaksanaannya point a dan b diabaikan tetapi langsung pada peletakan Batu Pertama Op Manik Raja tanggal 16 Nopember 2016. Tindakan ini kesalahan besar dan terbaca sarat kepentingan kelompok atau pribadi. Padahal Panitia Mubes sudah disusun dan sosialisasi Mubes sudah dikirim kedaerah dengan surat tanggal 29 Mei 2013 tetapi tidak dilaksanakan, tetapi kenyataannya kepanitiaan tersebut tetap dimamfaatkan untuk meminta bantuan dana kedaerah (memprihatinkan). Timbul pertanyaan dalam pikiran bahwa kemungkin belum belum bisa membedakan antara Rapat dengan Mubes. Dalam rapat rutin biasanya pimpinan dalam suatu permasalahan sudah memiliki pandangan sendiri dan tujuan rapat hanya menerima saran dan masukan untuk melengkapi pemikirannya. Dalam rapat untuk pengambilan keputusan strategis yang berdampak luas pimpinan biasanya melakukan prosedur atau langkah langkah pengambilan keputusan.diantaranya melakukan brainstorming atau mengumpulkan pendapat dari berbagai ahli untuk selanjutnya diambil kesimpulan atau keputusan. Mubes memiliki organisasi Sharing comitte (SC) yang disebut pengarah acara sidang komite maupun sidang sidang pada Mubes dan Organization Committe (OC) atau kepanitiaan Mubes. Beberapa bulan sebelum Mubes dilaksanakan SC dan OC telah bekerja untuk menyiapkan bahan bahan yang akan di Mubeskan. Kegiatan brainstorming atau mengumpulkan pendapat dari yang berkompeten dilakukan berkali kali sehingga menghasilkan konsep awal. Bahan bahan tersebut didiskusikan kembali oleh seluruh peserta Mubes yang dibagi dalam beberapa komite. Hasil pembahasan komite dibahas kembali pada sidang Paripurna. Sehingga konsep yang diputuskan adalah keputusan  Hal penting yang juga perlu disepakati adalah tata tertib Mubes. Bedakan Tatib dengan Susunan Acara.
    • Menyalahkan Ir. Ruben Manik dan menyatakan sudah ketuk palu adalah tindakan hina dan tergolong idiot serta semoga Tuhan yang akan membalasnya. Ditegaskan bahwa Ir. Ruben Manik bukan sebagai penentu segala sesuatunya di Manik Raja Dohot Boruna, apabila Ir. Ruben setuju belum tentu yang lain setuju, jadi jangan dijadikan alasan untuk menutupi kesalahan dan membohongi Manik Raja dohot Boruna,bere/Ibebere. Apalagi dengan menyunting video untuk meyakinkan publik meminta dana (tindakan yang sangat memalukan). Sekali lagi ditegaskan bahwa Ir. Ruben Manik bukan penentu di Manik Raja Dohot Boruna sehingga tidak patut dipersalahkan. Yang menetukan adalah kebenaran sejarah dan silsilah Op Silau Raja dan Op Manik Raja. Kenyataannya Punguan Manik Raja Se Indonesia melakukan Mubes tanggal 23 April 2017 yang lalu untuk menentukan bersama hal-hal yang diperlukan kedepan bukan Ir. Ruben Manik yang menentukan.
  1. Penolakan dan tidak mengakui pembagunan tugu yang mengatas namakan Manik Raja juga dilakukan sebagai berikut:
    • Surat Pernyataan tidak setuju atas penetapan/pembangunan tugu/monument Manik Raja di Si igar igar Rianiate Kecamatan Pangururan tanggal 15 Juni 2016 yang dikirimkan kepada Bupati Samosir dengan tembusan Muspida,Muspika,Kades dan lain-lain
    • Rapat Perwakilan Op Manik Raja dohot Boruna Se-Indonesia tanggal 5 Nopember 2016 di Lumban Manik, Ambarita,Pulau Samosir, sekaligus sosialisasi Sejarah dan Silsilah Op Silau Raja serta Op Manik Raja. Pada kesempatan tersebut tim juga menyempatkan untuk audiensi dengan Bupati Kabupaten Samosir Bapak Rapidin Simbolon dan sekaligus menceritakan Silsilah Op Silau Raja serta Op Manik Raja. Kesimpulan dari Bupati saat itu menyatakan, bahwa ia sangat setuju sebelum membangun tugu harus disepakati terlebih dahulu adalah Sejarah dan Tarombo (meskipun akhirnya mengingkari pendapatnya sendiri)
    • Penelusuran Forum Komunikasi Pemeliharaan Situs Silau Raja pada bulan Desember 2014 dan Bulan Maret 2015 telah disepakati Golat/Huta/Pemukiman Op Silau Raja, bersama  anak-anaknya Malau Raja,Manik Raja, Ambarita Raja dan Gurning Raja di Sioma Salaon Dolok. Di Sioma ditemukan situs berupa mual/air Op Silau Raja dan situs ke empat marga (anak-anaknya) serta Hariara mandungdung Op Silau Raja.  Sedangkan Op Silau Raja yang masih cucu langsung si Raja Batak (generasi ke-3) hula-hulanya atau istrinya belum bermarga. Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silauraja (FKPSS) telah menyepakati Sioma Salaon Dolok menjadi mercusuar dan menjadi titik awal untuk menelusuri sejarah dan silsilah marga Malau Raja, Manik Raja, Ambarita Raja dan Gurning Raja.
    • Surat terbuka Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silau Raja tanggal 15 Desember 2016 Nomor 198/XII/FKPSS/2016 yang ditujukan kepada Pomparan Manik Raja (Punguan/Pengurus/Kepanitiaan/Perkumpulan Op Manik Raja) sebagai berikut: Kami menghimbau untuk tidak memepertajam perdebatan dan saling memaksakan karena senyatanya Panitia Rencana Peresmian Tugu Manik Raja yang berada di Si igar igar Rianiate Kabupaten Samosir tersebut, telah mengatakan harga dan bentuk serta urutan silsilah atas Manik Raja yang akan diresmikan tersebut sebagaimana diatas yang berkaitan dengan marga Simbolon dan marga Purba Siboro dengan kata lain jelas-jelas bukanlah peresmian tugu Manik Raja yang Pertama atau Manik Raja generasi ke IV dari SiRaja Batak atau Manik Raja yang merupakan cucu Guru Tatea Bulan dan Manik Raja yang anak Silau Raja melainkan sesungguhnya hanyalah peresmian terhadap tugu Manik Raja yang merupakan Cicit dari Cicit Manik Raja Yang Pertama.
  1. Keputusan “Seminar Pelurusan Sejarah dohot Silsilah Op Manik Raja tanggal 10 Desember 2016 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta
    • Sepakat bahwa tempat tinggal Op Manik Raja di Sioma Salaon Dolok, Ronggur ni huta dan disitu ada situs peninggalan Op Manik Raja bukan di Si Igar Igar Rianite
    • Hula-hula/Mertua Op Silauraja bukan marga Simbolon karena Op Silauraja adalah generasi ke 3 (tiga) atau cucu si Raja Batak, sedangkan marga Simbolon baru ada sekitar pada generasi ke 6 (enam) dari si Raja Batak dan Hula hula/Mertua Op Si Manik Raja bukan marga Si Boro karena Op Si Manik Raja adalah generasi ke 4 (empat) dari Si Raja Batak, sedangkan marga Si Boro di silsilah si Raja Batak baru ada di sekitar generasi ke 12 (dua belas) an.
    • Sepakat bahwa keturunan Op Manik Raja yang di Rianite Samosir adalah keturunan Op Partibisinomba dari Simanindo
    • Tugu yang dibangun di Si Igar Igar Rianiate bukan Tugu Op Manik Raja Pertama, dan Huta Maltoruan atau Malau Toruan di Rianiate bukan tempat bermukim pertama Op Si Manik Raja.
  1. Sebagai marga Manik Raja, bila mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakn persatuan, seyogianya menyikapi beberapa penolakan diatas. Kenyataannya mereka lebih mengutamakan nafsu kepentingan pribadi/kelompok sehingga tidak menggubris semua penolakan dan protes yang ada. Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se Indonesia sebagai organisasi resmi dan telah memiliki akte Pendirian dari Notaris Fauzi Agus, SH Nomor 8 Tanggal 8 Februari 2017 dan Juga telah memiliki Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0003478.AH.01.07 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se Indonesia. Tidak akan mengikuti yang salah dan tidak mengakui bangunan tugu yang mengatas namakan Manik Raja karena akan menyesatkan generasi mendatang serta merendahkan wibawa atau marwah Op Manik Raja. Biarlah semuanya kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada Sahala Op Silau Raja dan Op Manik Raja, semoga pikiran dan tindakan manusia yang sesat dan salah dikembalikan kepada yang benar melalui tanda tanda.
  1. Kesimpulan. Tugu Manik Raja hingga saat ini belum ada. Keputusan Mubes I Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se Indonesia tanggal 23 April 2016 di Unjur Ambarita Samosir. Menyepakti akan membangun Tugu Op Manik Raja di sioma salaon Dolok dan tanggal 24 April 2016 telah diadakan peletakan batu pertama sebagai simbol niat bersama untuk mewujudkan pembangunan Tugu Op Manik Raja di Sioma.

 

Jakarta, 17 Mei 2016

Ketua Umum

DPP Punguan Manik Raja Dohot Boruna Se Indonesia.

D.Thoni Manil S.IP.,M.Si

 

Berikan Komentar Anda
Total Views: 593 ,