Ketum Punguan Manik Raja Indonesia Hadiri Pesta Pasahat Sulang – Sulang Pahoppu Keluarga Joni Walker Manik

SERGAI – Membuka acara pada pesta sulang-sulang Pahompu Drs Joni Walker Manik (Kadis Pendidikan Serdang Bedagai) bersama istri boru Simarmata menyambut kehadiran dongan tubu Manik Raja, Silau Raja dan Naimarata yang dipimpin Ketua Umum Punguan Manik Raja se Indonesia Brigjen TNI Deliaman Thoni Manik SIP MSi/br Simanihuruk, Bendahara Umum drh. Maruli Manik dan Penasehat Ir.Ruben Manik , di Aula Wong Rame Kecamatan Pantai Cermin, Kamis (14 /09).

Bupati Kabupaten Sedang Bedagai (Kab Sergai) Sumatera Utara Ir H Soekirman yang juga turut hadir menuturkan bahwa dalam Adat Istiadat Suku Batak Toba, Sulang – Sulang Pahoppu tersebut adalah merupakan Adat Tradisi yang sangat Sakral yang arti sesungguhnya si Cucu menyulangi Oppungnya, dan sekaligus mengikat tali silaturahmi antara keluarga pria dan keluarga wanita serta mengadakan pesta secara kompak dan ter-Struktur.

Pernyataan diatas tersebut demikian disampaikan oleh Ir H Sorkirman, pada saat menghadiri Pesta Pasahat Adat Nagok dari keluarga menantu pria dalam Bahasa Suku Batak Toba Hela (menantu) dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadis Dik) Kab Sergai Drs Jhoni Walker Manik MM, didampingi istrinya Jumianingsih boru Simarmata dan anak serta menantu prianya.

Soekirman, menyebutkan bahwa dirinya Suku Jawa, tapi bisa Bahasa Batak Toba, sudah Bahasa sehari-harinya. Soekirman, mempelajari Bahasa Batak Toba karna dalam Adat  Istiadat Tradisi Suku Batak Toba, banyak mengandung arti dalam kehidupan sehari-hari, dan juga sebagai cermin untuk melaksanakan kerukunan, kekompakan,dan saling menghargai, serta menjadi alat untuk menyatukan warga menuju kehidupan dan kerukunan tanpa memandang Suku, Ras, Agama, seta Status Sosial, atau Status Ekonominya, sebut, Ompu Abimanyu.

Rombongan Manik Bersama Mantan Ephorus HKBP

Bupati, dalam kesempatan tersebut, juga memuji ke kebersamaan dengan organisasi lain, serta kekompakan Keluarga Besar Disdik Kab Sergai.

Bupati,menyebutkan tentang orangtua dari Joni Walker Manik yaitu,Almarhum R. Manik yang bergelar Op Raja Bulan dan Alm. R br Simarmata,dimana mampu mendidik anak-anaknya sehingga tidak melupakan adat dan tradisi Batak.

“Dalam acara Sulang-sulang Pahoppu ini tidak ada perbedaan,baik dari segi agama,kepercayaan dan tingkatan kehidupan disebabkan semuanya sudah tertata didalam Adat dan tradisi Batak. Inilah ciri khas dari Bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan suku,ribuan Bahasa Daerah, Ribuan Pulau tetapi tetap dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indnesia (NKRI)  dan Pancasila”, sebut Soekirman.

Undangan yang hadir diperkirakan mencapai 5000 an orang dengan menampilkan berbagai tarian etnis semua suku yang ada di Sumatera Utara dan menampilkan rumah adat gorga dari hasil kreasi anak bangsa.

Ompu Abimanyu, dalam kesempatan tersebut  juga menyapa Mayjen TNI Manik dari Jakarta, mantan Ephorus HKBP Pendeta WTP. Simarmata, Tokoh-tokoh dari Kota  Jakarta, Kota Medan, Kota Pematang Siantar dan Daerah lainnya yang kumpul pada pertemuan Marga Manik dan Simarmata di pesta tersebut.

Pesta Adat tersebut juga di hadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kab Sergai Darma Wijaya, Ketua TP-PKK Sergai Ny. Marliah Soekirman, Ketua GOPTKI, Ny. Rosmaida Darma Wijaya, juga hadir Sekdakab Drs. Hadi Winarno dan Ibu,para Kepala OPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda dan OKP.

Ketua Panitia, Drs. Janter Siregar.MM (mantan Sekretaris  Disdik Kab Sergai yang sudah pensiun) memandu acara Adat tersebut dengan apik dan mewakili Keluarga Besar Disdik Kab  Sergai yaitu Sekretaris Disdik, Drs. Suriadi dalam kesempatan tersebut mendo’akan keluarga Drs. Joni Walker Manik.MM yang bergelar Bapak Dhyta dan Ibu Jumianingsih br Simarmata yang bergelar Mamak Dhyta, tetap sehat dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.

Seusai  acara Adat diselingi acara Nasional,yakni silaturahmi Dongan Tubu diantara marga Manik,dilanjutkan dengan tor-tor,panandaion setelah penyerahan mahar kepada Tulang diakhiri dengan pemberian Ulos dari Hula-hula,Tulang,Bona Tulang,Tulang Rorobot dan Hula-Hula, Angka Namarhaha maranggi yang dijelaskan oleh Durahman Silitonga salah seorang Tokoh Masyarakat dari Sialangbuah. (js)

Tonton Videonya:

Berikan Komentar Anda
Total Views: 310 ,